|
| Senin, 11 Agustus 2008 |
| Salah Satu Mukjizat AL Qur'an |
HIDUP KEBENARAN KASIH Allah, Ia-lah Yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan juga neraca (keadilan)….. QS.42 Surat Asy Syuuraa (Musyawarah) Ayat 17- Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW yang buta huruf kala itu. Ia dilahirkan dan hidup ditengah-tengah kaum yang terbelakang peradapannya, di jazirah Arab. Al Qur’an diturunkan selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Seperti diketahui, seringkali Al Qur’an turun secara spontan, guna menjawab berbagai pertanyaan atau mengomentari suatu peristiwa. Misalnya pertanyaan orang yahudi tentang ruh. Pertanyaan ini dijawab secara langsung, Namun demikian, setelah rampung diturunkan dan disusun, kemudian dilakukan analisis serta perhitungan terhadap catatan redaksinya, ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya Keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakan, seperti keserasian, atau jumlah dua kata yang bertolak belakang. Anda bisa bayangkan, AlQur’an diturunkan secara sepotong-sepotong dan spontan, ditempat yang berlainan dalam waktu yang relative panjang, dan terdiri dari 114 surat dan 77.493 kata. Serta diturunkan melalui orang yang tidak bisa membaca dan menulis saat itu. Namun ditemukan banyak hal-hal yang mengejutkan. Contoh: Dua kata yang sepadan dalam jumah yang sama dan seimbang. Dan kata-kata Yang berlawanan arti juga ditemukan dalam jumlah yang seimbang. Hanya “Sesuatu” yang Maha Dahsyat yang mampu melakukan hal itu, Dzat yang sangat tinggi ilmunya dan sangat luar biasa ketelitiannya. Dan dibuat serta disusun lebih dari seribu tahun yang lalu. Abdul Razaq Nawfal, dalam Al I’jaz Li Al Qur’an Al Karim yang terdiri dari 3 jilid, mengemukakan sekian banyak contoh-contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara singkat dari tulisan Karya M.Quraish Shihab yang berjudul “Membumikan Al-Qur’an” sebagai berikut:
A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan bilangan Antonimnya Beberapa contoh, diantaranya: - Al Hayah(Hidup) dan Al Mawt(MAti), masing-masing sebanyak 145 kali! - An Naf’(Manfaat) dan Al Madharrah(mudarat), Masing-masing sebanyak 50 kali! - Al Har(panas) dan Al Bard(dingin), masing-masing sebanyak 4 kali! - As Shalihat(kebajikan) dan Al Sayyi’at(keburukan), masing-masing sebanyak 167 kali! - Al Thuma’ninah(kelapangan/ketenangan) dan Al Dhiq(kesempitan/kekesalan), masing-masing sebanyak 13 kali! - Ar Rahbah(cemas/takut) dan Al Raghbah(harap/ingin), masing-masing sebanyak 8kali! - Al Kufr(kekufuran) dan Al Iman dalam bentuk definite masing-masing sebanyak 17kali! - Kufr(Kekufuran) dan Iman dalam bentuk indefinite masing-masing sebanyak 8 kali! - Al Shayf(musim panas) dan Al Syita(musim dingin), masing-masing sebanyak 1kali!
B. Keseimbangan jumlah kata dengan Sinonimnya/makna yang dikandungnya
Beberapa contoh, diantaranya:
-Al Harf dan Al Zira’ah(membajak/bertani), masing-masing sebanyak 14kali! -Al ‘Ushb dan Al Dhurur(membanggakan diri/angkuh) masing-masing sebanyak 27 kali! -Al Dhallun dan Al Mawta(orang sesat/mati(jiwanya)), masig-masing sebanyak 17kali! -Al Islam dan Al Wahyu (Al Qur’an,wahyu, dan Islam), masing-masing sebanyak 70 kali! -Al ‘Aql dan An Nur(akal dan Cahaya), masing-masing sebanyak 49 kali! -Al Jahr dan Al ‘Alamiyah (nyata), masig-masing sebayak 16 kali!
C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk pada Akibatnya
Beberapa contoh, diantaranya:
-Al Infaq(infaq) degan Ar Ridha(kerelaan), masing-masing sebanyak 73 kali! -Al Bukhl(kkikiran) dengan Al Hasarah(penyesalan), masing-masing sebanyak 12 kali! -Al Zakah(zakat/penyucian) dengan Al Barakat(kebajikan yang banyak), masing-masing sebanyak 32 kali! -Al Fahisyah(kekejian) dengan Al Ghadhb(murka), masing-masing sebanyak 26kali!
D. Keseimbangan antara Jumalah Bilangan kata dengan kata penyebabnya
Beberapa contoh, diantaranya:
-Al Israf (pemborosan) dengan Al Sur’ah(ketergesa-gesa), masing-masing sebanyak 23 kali! -Al Maw-izhah(nasehat/petuah) dengan Al Lisan(lidah), masing-masing sebanyak 25 kali! -Al Asra(tawanan) dengan Al Harb(perang), masing-masing sebayak 6 kali! -Al Salam(kedamaian) dengan Al Thayyibat(kebajikan), masing-masing sebanyak 60kali! E. Disamping keseimbangan-keseimbangan tersebut Ditemukan juga keseimbangan khusus Beberapa contoh, diantaranya: -Kata Yawn(hari) dalam bentuk tunggal, masing-masing sejumlah 365kali! Sama dengan jumlah hari dalam satu tahun. Sedangkan kata hari yang menunjukkan kata plural(Ayyam) dan dua (Yaw-mayni)jumlah keseluruhannya 30, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan! Di sisi lain, kata yang berarti “bulan”(syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun! -AlQur’an menjelaskan bahwa langit ada “tujuh” penjelasan ini diulanginya dalam “tujuh” kali pula! -Kata-kata yang menunjukkan kepada utusan Tuhan baik Rasul, atau Nabiyy(nabi) atau Basyir(pembawa berita), atau Nadzir(pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan nama-nama nabi, rasul, dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali. Masih ada lagi, mukjizat lainnya yaitu pemberitaan-pemberitaan ghaibnya. Fir’aun yang mengeja-ngejar Nabi Musa diceritakan dalam Surat Yunus. Pada ayat 92 surat itu, ditegaskan bahwa: “Badan Fir’aun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk dijadikan pelajaran generasi berikutnya”. Itu telah terjadi 1200SM pada tahun 1896, ahli purbakala, Loret menemukan di lembah raja-raja Luxor Mesir, satu mummi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir’aun yang bernama “Maniptah” dan yang pernah mengejar Nabi Musa as. Setiap orang pernah berkunjung ke museum kairo, akan dapat melihat Fir’aun tersebut. Isyarat-isyarat ilmiahnya, banyak sekali ditemukan didalam Al Qur’an. Misalnya, “cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan dari cahaya matahari”(perhatian QS.10:5). Semua hal diatas menunjukkan bukti-bukti bahwa Al Qur’an sungguh-sungguh firman suci yang diturunkan oleh Tuhan, melalui Nabi Muhammad SAW. Bukan karangan manusia. Tidak mungkin ada seseorang yang mampu menyusun suatu kitab seperti Al Qur’an, yang diturunkan secara spontan dan terpisah-pisah, baik dari sisi waktu dan tempat, namun dengan isi yang bisa diterima sebagai kebenaran serta memiliki jumlah kata-kata yang seimbang seperti contoh diatas seperti itu, apalagi saat itu belum ada computer. Saya tambahkan lagi, Rasyad Khalifah(w.1990M)menurutnya Angka 19 mempunyai rahasia yang berkaitan dengan AlQur’an,termasuk dengan Bismillah itu sendiri. Di dalam Al Qur’an, kata ism, Allah, Ar Rahman, dan Ar Rahim, mempunyai jumlah yang dapat dibagi habis dengan angka 19 itu. Ism 19 kali, Allah 2.698 kali(2.698:19=142),Ar Rahman 57 kai(57:19=3), Ar Rahim 114 kali (114:19=6). Bismillahirrohmanirrohim adalah pangkalan tempat muslim bertolak, yang mempunyai 19 huruf, demikian juga dengan ucapan: “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah”(tiada daya untuk memperoleh manfaat dan upaya untuk menolak kesukaran kecuali dengan bantuan Allah). Inilah salah satu kunci yang mengamankan kesucian Al Qur’an yang merupakan salah satu mukjizatnya, saya menamakannya “Al Qur’an inter locking system”. Jadi, mungkinkah seorang manusia mampu membuat suatu buku (Al Qur’an) dengan menghitung hingga ke huruf-hurufnya seperti itu. Namun tetap dengan tujuan menyampaikan suatu amanat, melalui kalimat-kalimat yang demikian indah. Dan Ia sampaikan secara mendadak, untuk menjawab dan merspons suatu pertanyaan. Kemudian secara terpisah diturunkan selama lebih dari 22 tahun, lalu dikumpulkan menjadi satu. Lalu baru dihitung jumlah kata-katanya, dan harus seimbang. Siapakah yang mampu melakukannya!? Isinya pun, harus benar dan masuk akal. Serta harus sesuai dengan hati nurani setiap manusia, dan harus pula bisa dibuktikan bahwa isinya bisa diuji kebenarannya, baik ditinjau dari masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang. Terakhir anda hitung lagi jumlah kata-katanya. Siapakah yang sanggup melakukannya!? Itulah tantangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Katakanlah:”Sungguh, Jika manusia dan jin berhimpun untuk membuat sesuatu yang sama dengan AlQur’an ini, tiadalah mereka sanggup membuat yang sama seperti itu, sekalipun mereka saling membantu.” QS.17 Surat Al Israa (Perjalanan Malam Hari) ayat 88- |
posted by adi kusumahadi @ 01:26  |
|
|
|
| about me |
|
|
| Udah Lewat |
|
| Archives |
|
|
| sutbok |
| Ceramah Bapak Gondo Swandito, Peragaan Silat, Buku-buku perenungan. |
| judul |
Aturan Kejadian, Peraturan Kejadian, Hukum Sebab Akibat, Diri Pribadi, Ruang dan Waktu, Makro cosmos mikro cosmos. |
| Links |
|
|
| Template by |
|
|